• 15Apr

    Grosir Jilbab - Tips Busana Muslim untuk Tubuh ‘Berisi’ Gemuk. Seringkali perempuan berjilbab kesulitan memilih pakaian yang tepat. Apalagi jika bentuk tubuh yang dimiliki cenderung berisi. Kira-kira bagaimana ya, cara menyiasatinya?

    Pada acara HijUp Festival yang berlangsung di fX Sudirman, Jakarta, Fanie Maulida, Fashion and Feature Editor Majalah Laiqa, berbagi tips bagi para perempuan berjilbab untuk menemukan busana yang tepat sesuai bentuk tubuh masing-masing. Khusus kepada Kompas Female, ia menjabarkan apa yang sebaiknya dikenakan oleh kaum perempuan bertubuh besar.

    “Mereka yang bertubuh sedikit berisi memang lebih baik menghindari warna-warna terang seperti neon. Memang, cocoknya mereka menggunakan warna gelap, tapi kalau mau memakai warna yang berwarna, bisa mengenakan warna pastel yang dipadukan dengan warna basic,” jelas perempuan yang memiliki tubuh bentuk buah pir ini.

    Penggunaan bahan juga memengaruhi penampilan mereka. Menurutnya, jangan menggunakan bahan yang terlalu berat, usahakan untuk mengenakan material bahan pakaian yang terbuat dari bahan katun atau kaus. “Karena tubuh yang terlalu berisi, alangkah baiknya memang menggunakan bahan-bahan yang ringan,” imbuhnya.

    Fanie juga mengatakan, tidak ada aturan baku bagi mereka yang bertubuh berisi dalam memadupadankan warna-warna yang ingin dikenakan. “Tidak apa-apa mau pakai banyak warna dalam satu penampilan, asalkan cocok dan sesuai. Nggak ada aturan baku yang mengatakan harus memakai minimal tiga warna saja,” tandasnya.

    sumber: kompas.com

  • 28Jan

    Kisah Nyata : Dibanding Uang Yang Anda Tawarkan Jilbab Saya Jauh Lebih Berharga!

    Kisah ini dikirim oleh sahabat kami. Semoga bisa menjadi sebuah inspirasi untuk sahabat muslimah Vemale.

    ***

    Orang bilang, selalu ada godaan besar saat kita berpegang teguh pada sebuah keputusan. Bagaimana seseorang menanggapi godaan itu, apakah akan tetap kuat pada pendirian atau goyah, tergantung masing-masing orang. Saya pernah berada dalam situasi itu, mendapat materi melimpah, tetapi harus melepas kewajiban saya sebagai seorang muslimah.

    Saya adalah wanita sederhana, dibesarkan oleh keluarga yang memiliki pikiran modern. Sejak kecil, saya dibebaskan untuk mengambil keputusan apapun. Orang tua saya tidak pernah meminta saja harus masuk sekolah mana, harus masuk jurusan apa, tidak seperti orang tua kebanyakan, yang sering memaksa anak mereka melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kata hati. Maka saya tumbuh menjadi gadis mandiri yang ambisius. Menurut saya, ambisius itu bagus, karena tanpa sikap ambisius, seseorang hanya akan jadi pemalas yang membebani orang lain.

    Sikap itu membuat saya selalu mendapatkan nilai-nilai terbaik di sekolah. Mendapat beasiswa menjadi hal biasa, karena tanpa mengajukan beasiswa sekalipun, sekolah selalu mengajukan saya untuk menerima beasiswa berprestasi. Tentu saja saya bersyukur, karena itu adalah bukti bahwa saya tidak main-main dengan pendidikan, saya juga bisa meringankan beban kedua orang tua. Bagi saya, pendidikan adalah jalan terbaik untuk pegangan masa depan. Setidaknya, kelak saya akan menjadi ibu, maka pengetahuan adalah salah satu pondasi kuat untuk mendidik anak-anak, dengan agama sebagai pondasi agama tentunya.

    Walaupun ambisius, saya tidak meninggalkan nilai-nilai agama yang sudah diberikan kedua orang tua saya. Saya tidak pernah dipaksa memakai busana muslimah atau jilbab. Kesadaran itu datang saat saya duduk di kelas 3 SMA. Ada keyakinan kuat untuk memperbaiki penampilan saya. Maka sejak saat itu, saya selalu memakai jilbab. Sedikit demi sedikit belajar memakai jilbab sesuai yang diperintahkan. Bukan hal yang mudah, saat itu masih sedikit yang memakai jilbab. Kadang saya masih iri dengan teman-teman saya yang bisa memakai pakaian dengan jenis yang beragam. Beruntung, saya tetap bertahan dengan keputusan saya.

    Tahun berlalu dan saya lulus dari sebuah perguruan tinggi sebagai Sarjana Akuntansi di tahun 2003. Sama seperti lulusan pada umumnya, saya mulai melempar surat lamaran kerja di berbagai perusahaan. Dengan nilai yang memuaskan, bukan hal yang sulit untuk menerima panggilan kerja. Hingga saya berhasil melewati empat tahapan tes di sebuah bank swasta yang cukup terkenal. Saat memasuki tahap wawancara, pihak bank tersebut menawarkan posisi dan jabatan yang jarang didapat oleh fresh graduate seperti saya. Menurut mereka, saya punya kemampuan analisis yang baik, sehingga sangat mungkin ditempatkan di posisi yang lebih tinggi dibanding posisi yang saya lamar.

    Saya bahagia, seperti mendapatkan berkah yang besar sekali. Tetapi kebahagiaan saya hanya sesaat, karena pihak bank meminta saya untuk mengikuti salah satu syarat yang ada, yaitu memakai seragam untuk karyawati. Seragam tersebut memakai kemeja, blazer lengan panjang, dan rok selutut. Rambut harus diperlihatkan dan digulung rapi. Dengan kata lain, saya harus melepas jilbab dan pakaian muslimah yang melekat di tubuh saya.

    Menanggapi hal itu, saya mencoba melakukan tawaran untuk memakai seragam rok panjang dan memakai jilbab yang rapi. Tetapi peraturan bank tersebut tidak bisa dengan mudah diganti begitu saja. Sehingga mereka kembali menawarkan gaji dan bonus yang sangat besar. Jujur, saya manusia biasa, jumlah uang yang ditawarkan sangat banyak. Saya bisa memberangkatkan orang tua ke Tanah Suci, itu adalah salah satu cita-cita saya. Saya bisa mewujudkan cita-cita itu dalam waktu beberapa bulan saja.

    Hati saya seolah mengalami pertengkaran. Pihak bank bersedia menunggu jawaban saya selama tiga hari. Selama tiga hari, saya curhat dengan orang tua terlebih dahulu. Mereka menganggap saya sudah dewasa untuk mengambil keputusan, sehingga semua diserahkan kembali pada saya. Batin saya belum tenang, kesempatan tidak datang dua kali. Tetapi apakah saya harus mengorbankan perintah Allah SWT demi semua materi itu? Setelah melakukan Salat Istikhaarah, saya mantap untuk menolak tawaran itu. Saya menolaknya dengan halus, pihak bank juga melepas saya dengan baik.

    Tidak apa-apa, mengapa takut kekurangan materi, karena saya yakin, Allah SWT lebih kaya dibandingkan tawaran yang diberikan. Mengenai impian untuk kedua orang tua saya, naik haji, pasti ada jalan. Niat baik selalu mendapat jalan yang baik, saya percaya akan hal itu.

    Dua bulan setelah kejadian tersebut, saya diterima bekerja di sebuah bank pemerintah. Memang, gajinya tidak sebesar tawaran yang lalu, tetapi hati ini tenang karena saya diizinkan memakai seragam yang sesuai. Jika percaya akan sebuah keyakinan, maka itulah yang terjadi. Pihak bank menilai prestasi kerja saya sangat bagus. Bonus mengalir hampir setiap bulan. Sedikit demi sedikit saya menabung, untuk masa depan saya dan tabungan haji kedua orang tua.

    Alhamdulillah, di tahun 2008, kedua orang tua saya berangkat ke Tanah Suci. Saya tidak ikut, biarlah kedua orang tua saya berangkat terlebih dahulu, saya yakin suatu saat kelak akan menyusul ke sana.

    Sekarang, kehidupan saya lebih baik. Saya juga sudah menikah di tahun 2009. Bersama suami saya, kami sudah punya tabungan sendiri untuk pergi ke Tanah Suci, semoga impian kami terkabul beberapa tahun lagi.

    Itulah kisah saya yang sempat goncang saat melihat sejumlah materi yang ditawarkan. Tetapi keyakinan saya memilih untuk tetap di jalan-Nya, dan saya tidak menyesali keputusan tersebut, tidak sedikitpun.

    Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda.

    sumber: Vemale.com – Oleh: Widya A. L.

  • 24Jan

    Inilah Manfaat Cantik dan Sehat Menggunakan Hijab. Kabar baik bagi Anda yang menggunakan busana muslimah. Penelitian dari berbagai sumber menyebutkan beberapa manfaat cantik dan sehat dalam menggunakan hijab. Penasaran apa saja manfaatnya? Ini dia.

    1. Terlindung dari sinar matahari langsung

    Hijab melindungi kulit Anda dari sinar matahari langsung. Apalagi dengan cuaca saat ini di mana paparan sinar matahari tidak terfilter dengan baik ke bumi. Sinar matahari yang langsung menyengat kulit beresiko memunculkan flek hitam, membuat kulit kering dan terbakar.

    2. Rambut lebih sehat

    Rambut kita terlindung dari debu, sinar UV dan polusi, sehingga batang rambut lebih terjaga kesehatan dan kebersihannya. Interaksi rambut langsung dengan dunia luar bisa membuat warna dan kemilau rambut jadi kusam. Walau rambut cukup terlindungi dengan menggunakan hijab, tetap diimbangi dengan perawatan ya, Ladies.

    3. Lebih tahan terhadap penyakit

    Kebiasaan menggunakan hijab akan menjadikan kita pribadi yang lebih telaten dan bersih. Hal ini secara tidak langsung menjaga imunitas tubuh kita. Karena kebiasaan kita menjaga kebersihan dan tubuh yang terlindung dari kontak fisik secara langsung, membuat kita jauh dari virus-virus penyakit.

    4. Lebih tenang

    Menggunakan hijab tidak hanya mempengaruhi kesehatan dan kecantikan tubuh, tapi juga pikiran. Hal ini karena adanya pengaruh antara tindakan nyata dengan pola pikir pengguna hijab. Sebagaimana hijab merupakan pakaian yang diwajibkan dalam spiritual Islam, maka pakaian ini bisa menenangkan batin dan membahagiakan penggunanya.

    Nah, itulah beberapa manfaat dalam menggunakan hijab. Tidak hanya membuat cantik dan sehat, tapi juga membuat hidup lebih bahagia.

    Tips kecantikan alami, Klik disini

    sumber: vemale.com

  • 20Aug

    Tutorial Jilbab Formal dari Pashmina. Jilbab bisa dikenakan dengan berbagai cara untuk acara formal. Agar terkesan sopan, sebaiknya jangan terlalu banyak memberikan detail berupa lipatan jilbab. Sebagai inspirasi, simak kreasi jilbab dari desainer Tuti Adib berikut ini.

    1. Gunakan sebuah ninja dengan tambahan cepol di bagian belakang. Kemudian, ambil sehelai kerudung persegi panjang atau pashmina, lalu letakkan di kepala (jangan sampai menutup seluruh ninja). Ambil salah satu sisi kerudung, dan putar kerudung sampai membentuk untiran kain.

    Tutorial Jilbab Formal dari Pashmina
    2. Tanpa melepaskan untiran jilbab di sisi lainnya, ambil ujung kerudung yang lain, dan letakkan ujungnya di atas untiran kain.

    Tutorial Jilbab Formal dari Pashmina
    3. Tarik ujung satu ujung jilbab tak beruntir sampai ke belakang kepala sambil melebarkan kainnya hingga menutup semua bagian kepala. Semat dengan jarum pentul.

    Tutorial Jilbab Formal dari Pashmina
    4. Lakukan hal yang sama dengan bagian yang beruntir, namun tak masalah jika untiran ini lepas karena draperi sudah akan terbentuk akibat lipatan kain di sisi lainnya. Sematkan dengan jarum pentul.

    Tutorial Jilbab Formal dari Pashmina
    5. Kreasi jilbab semi formal dengan pashmina.

    Tutorial Jilbab Formal dari Pashmina

    Koleksi kerudung dan busana: Butik Bilqis by Tuti Adib

    FOTO-FOTO: MUNDRI WINANTO

    sumber: kompas.com

  • 15Aug

    Sama seperti item fashion yang lain, penggunaan kerudung juga harus disesuaikan dengan acara yang dihadiri. Penampilan kasual tentu akan berbeda dengan penampilan untuk menghadiri acara-acara formal. Agar tak salah gaya, simak tip membedakan kerudung kasual dan formal berikut.

    1. Bahan
    Untuk penampilan kasual Anda bisa memilih bahan kerudung yang dapat menunjang aktivitas Anda sehari-hari, seperti katun. Bahan ini membuat Anda lebih mudah beraktivitas karena sifat bahannya yang nyaman di kulit dan anti gerah.

    Sedangkan, untuk menghadiri acara formal, Anda bisa menggunakan bahan kerudung yang lebih ringan, seperti chiffon, agar dapat lebih mudah divariasikan. Namun, untuk menambah kenyamanannya, gunakan ciput berbahan katun yang lebih menyerap keringat.

    2. Warna
    Penampilan kasual Anda akan lebih ceria jika Anda menggunakan warna-warna yang lebih cerah seperti biru muda, mint, mustard, atau tangerine. Aplikasikan warna-warna ini dengan outfit yang senada.

    Jika Anda memerlukan penampilan yang lebih elegan di acara-acara khusus. Gunakan warna kerudung dengan tone yang lebih gelap seperti marun atau hijau toska. Pilih juga aksen payet atau bordir dan padankan dengan aksesori seperti bros-bros cantik atau yang sesuai.

    3. Aksesori
    Jangan rusak penampilan kasual Anda dengan aksesori yang berlebihan. Anda cukup mengandalkan model kerudung yang Anda buat. Jika Anda memakai kerudung yang polos tanpa aksen payet atau bordir, gunakan bros untuk mempercantik. Tapi, jika Anda memilih kerudung berpayet atau sudah dibordir, hindari penggunaan bros. Ini berlaku untuk gaya kerudung kasual ataupun formal.

    4. Model
    Tentu Anda memerlukan gaya kerudung yang praktis. Karenanya, tata kerudung dengan sederhana. Jika Anda menginginkan aksen layer, pastikan tidak memberatkan kepala Anda.

    Untuk tampilan yang lebih menonjol saat pesta, Anda dapat mengaplikasikan teknik kerudung bertumpuk atau membuat detail bunga dari kerudung.

    Sebagai inspirasi gaya, simak video step by step kerudung chic ini.

    sumber: VIVAlife

  • 14Aug

    Butuh inspirasi lain untuk tampil cantik dalam balutan jilbab yang unik? Bagi Anda yang berjilbab, kerudung bisa jadi aksesori lain penunjang dalam gaya berpakaian Anda. Jilbab bisa dikreasikan dalam gaya kasual, gaul, sampai glamor.

    “Salah satu gaya berjilbab kasual yang bisa ditiru dengan mudah adalah gaya keong. Gaya ini tergolong simpel dan praktis,” tukas Tuti Adib, desainer busana muslim kepada Kompas Female ketika ditemui di Butik Bilqis miliknya di kawasan Barito, Jakarta Selatan, lalu.

    Berikut langkah-langkah untuk membuat jilbab keong:

    1. Gunakan jilbab bentuk persegi, kemudian ambil salah satu ujungnya. Kemudian letakkan kerudung di kepala dengan posisi satu kain lebih pendek. kemudian lipat bagian yang pendek melingkari kepala, dan tusuk dengan jarum pentul ke ninja (dalaman jilbab) .

    2. Setelah bagian yang pendek melingkari bagian kepala, ambil bagian kerudung yang panjang dan lingkari sisi satunya, sampai seluruh ninja tertutupi lipatan kerudung. Lakukan sedikit tarikan agar kencang, kemudian ambil sisa kerudung yang panjang.

    3. Dengan bantuan kedua tangan, pegang bagian kerudung yang menjuntai dan tarik agar sedikit longgar. Ini bertujuan untuk memberi efek draperi pada sisi kerudung yang panjang. Sisakan bagian ujungnya agar mudah diikat di belakang kepala.

    4. Kemudian, sematkan bagian ujung kerudung melingkari kepala. Tusuk dengan jarum pentul agar kencang. Namun perhatikan untuk tidak menariknya terlalu kencang untuk memberikan efek draperi pada bagian ini.

    Selamat mencoba!

    Kerudung dan baju: Koleksi Bilqis by Tuti Adib

    FOTO-FOTO: MUNDRI WINANTO, kompas.com

  • 13Aug

    Perempuan yang menggunakan kacamata perlu lebih jeli memerhatikan penampilan. Pasalnya, kacamata yang dipakai untuk membantu penglihatan, perlu diperhitungkan sebagai aksesori sehingga keseluruhan penampilan dapat lebih seimbang. Tak hanya make up yang perlu disesuaikan bagi perempuan berkacamata, pemakaian hijab pun perlu di perhatikan.

    Siti Juwariyah, Hijab Fashion Blogger punya kiat berhijab untuk Anda yang berkacamata. Menurutnya, asalkan percaya diri dan merasa nyaman, tak ada batasan bagi perempuan berkacamata untuk memakai berbagai motif hijab juga pemilihan warna. Namun, ada hal yang tetap butuh diperhatikan, terutama dalam pemilihan bahan dan model hijab.

    “Kacamata tidak mengganggu pemakaian hijab. Pilihan warna hijab pun bisa apa saja sesuai selera. Penggunaan motif, aturannya sama seperti pada umumnya. Misal kalau bajunya sudah bermotif besar, pilih hijab dengan motif ukuran lebih kecil. Yang penting tidak memberikan kesan berat atau berlebihan di daerah wajah dan kepala, karena kacamata sendiri sudah seperti aksesori,” jelasnya kepada Kompas Female di sela kegiatan kelas kecantikan bertajuk Beautifully You with Sariayu dan komunitas Hijab Ayu, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Untuk gaya berkerudung, Siti menyarankan sebaiknya pengguna kacamata memakai hijab yang tidak menonjol ke depan. Selain menganggu pandangan, gaya hijab yang terlalu menonjol ke bagian depan wajah memberi kesan lebih berat. Jadi, pakai hijab yang melekat di wajah.

    Pakai hijab dengan gaya simpel, karena sudah ada kacamata yang menonjolkan penampilan di area wajah. Penggunaan aksesori seperti bros juga perlu diperhatikan. Sebaiknya pilih ukuran kecil dan dipakai di area dada atau pundak, bukan di kepala.

    Pemilihan bahan juga sebaiknya diperhatikan. Bagi Anda yang menyukai gaya praktis dan tidak terlalu suka merapikan hijab terus menerus, pilih bahan kaos yang mudah diatur. Bagi Anda yang cenderung telaten merapikan kerudung setiap kali terasa mulai berantakan, Anda boleh pilih kerudung dari bahan yang cenderung licin seperti chiffon.

    Menurut Siti, Anda bisa berkreasi dengan ragam gaya hijab. Kuncinya, sering berlatih. “Lakukan latihan 2-3 kali untuk setiap gaya yang dikreasikan sendiri, lama-lama akan terbiasa dan tidak akan lupa cara mengaplikasikan gaya baru berhijab kreasi sendiri,” tutupnya.

    sumber: kompas.com

  • 07Aug

    Mengenakan jilbab dapat dilakukan sembari mengoreksi wajah. Jika wajah Anda bulat, panjang maupun pipi tembem, tak harus mengenakan jilbab mengikuti para model katalog berjilbab. Menurut Diajeng Lestari, managing director www.HijUp.com, mengenakan jilbab yang sesuai bentuk wajah akan lebih tepat diaplikasikan. Berikut tipsnya.

    Jika wajah bulat
    Untuk wajah bulat sebaiknya gunakan jilbab dengan menutupi sebagian luar pipi. Gunakan bahan loose/jatuh, sehingga memberikan efek wajah lebih ramping.

    Jika wajah panjang/lonjong
    Untuk wajah lonjong buat volume di bagian kepala, misalnya gaya turban, atau bisa juga gunakan inner bandana dengan aksen bertumpuk, untuk menyeimbangkan wajah.

    Jika wajah sempit/kecil
    Untuk wajah kecil bisa menggunakan aksen turban, gunakan aksen loose dengan pilihan bahan yang jatuh, dan jangan menutupi bagian pipi sehingga bagian wajah bisa stand out.

    Jika jidat lebar
    Untuk jidat lebar, gunakan inner/bandana untuk menutupi bagian luar sisi kanan dan kiri jidat dengan aksen silang, untuk memberikan efek jidat lebih kecil.

    Jika pipi tembem
    Untuk pipi tembem, gunakan inner/bandana dan tutup sampai bagian bawah telinga, sehingga inner/bandana dapat menutupi sebagian sisi atas pipi; dan jilbab dengan bahan yang loose. Pipi yang tembem bisa juga disiasati dengan penggunaan make up dengan mengaplikasikan shadding pipi.

    (Tabloid Nova/Laili), kompas.com

  • 06Aug

    Sebelum mempublkasikan cara memakai jilbab Pashmina, maka alangkah lebih baiknya lagi jika terlebih dahulu kita membahas tentang apa itu pengertian Pashmina. Pashmina merupakan kata yang berasal dari Persia, yaitu Pashm (pashmineh) yang berarti wol. Seperti bahan bakunya pasmina adalah wol halus yang berasal dari bulu kambing atau domba.

    Setelah mengetahui secara sekilas tentang arti dari pashmina, maka berikut adalah cara memakai jilbab pashmina yang cukup dilakukan dengan 5 langkah mudah. Namun sebelum mempelajari cara memakai jilbab pashmina ini, maka terlebih dahulu teman-teman telah menyiapkan peralatan yang dibutuhakan yang terdiri dari Ciput, Bros, Peniti atau jarum pentul, dan juga tali atau pita.

    Bila perlengkapan diatas sudah tersedia, maka berikut adalah cara memakai jilbab pashmina selengkapnya:

    1. Gunakan ciput sebagai dalaman. Klik disini untuk membeli ciput jilbab .
    2. Taruh pashmina dikepala, dengan bagian kiri lebih pendek.
    3. Tarik pashmina kebelakang tengkuk, kemudian berikan peniti
    4. Tarik bagian pashmina yang panjang, melingkar dari atas kebawah, sampai habis.
    5. Dibagian atas pada ujung pashmina yang dilingkarkan ke atas tadi, kasih penghias berupa bros jilbab atau peniti jilbab, supaya lebih cantik lagi.

    Bagi teman-teman yang merasa kebingungan dengan penjelasan diatas, maka berikut bisa juga teman tonton video cara memakai jilbab pashmina, dimana video ini bersumber dari situs berbagi video Youtube:

    sumber

  • 04Aug

    BERBEDA dengan pakaian, perawatan hijab mesti dilakukan lebih hati-hati. Karena, bahannya yang tipis bisa mudah meregang atau warnanya memudar. Maka itu, supaya bentuk dan bahan hijab tetap terjaga, lakukanlah 9 langkah ini.

    1. Cucilah hijab dengan tangan. Jika harus menggunakan mesin cuci, taruh hijab Anda dalam kantong laundry atau sarung bantal.

    2. Cuci hijab berwarna gelap dan terang secara terpisah.

    3. Selalu gunakan air dingin untuk mencuci.

    4. Gunakan hanya sedikit deterjen.

    5. Hindari produk pemutih. Tuangkan cuka putih ke dalam air cucian untuk jilbab yang menguning.

    6. Jangan peras hijab langsung dengan tangan supaya bahan hijab tidak meregang. Untuk mengeringkan hijab sutra, taruh di atas handuk lalu gulung dan peras dengan lembut.

    7. Keringkan jilbab di luar ruangan (jika mungkin) tapi hindarkan dari sinar matahari langsung untuk mencegah warna dari memudar

    8. Taruh hijab secara mendatar pada permukaan kering. Jangan bukan menggantungkannya pada tiang-tiang gantungan untuk mempertahankan bentuk.

    8. Mengatur suhu setrika serendah mungkin dan gosok pada sisi hijab sebaliknya.

    9. Jangan meletakkan kapur barus di tempat penyimpanan hijab Anda. Gunakan pengharum lavender supaya menjauhkan ngengat dan tetap wangi.

    sumber: mediaindonesia.com